March 12, 2010

JOHARI WINDOW

Latar Belakang
Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan bersosialisasi, oleh sebab itu perlu diadakan studi lebih lanjut tentang cara yang terbaik untuk memanfaatkannya, kami mencoba menganallisa salah satu teori tentang konsep diri yang berkaitan dengan komunikasi antar pribadi untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik.
Konsep diri merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila system operasinya tidak baik dan banyak kesalahan maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.
Konsep diri adalah system operasi yang menjalankan komputer mental, yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Semakin baik konsep diri maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil maka akan selalu merasa optimis, berani mencoba hal – hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal. Demikian pula sebaliknya, jika konsep diri seseorang itu jelek maka akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal – hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.
Permasalahan
Pada penjelasan sebelumnya, kita banyak membicarakan tentang konsep diri positif. Karena dari konsep diri positif lahir pula pola perilaku komunikasi yang positif. Komunikan yang berkonsep diri positif adalah komunikan yang transparan. Dengan bersikap transparan berarti kita membuka diri, kita menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman – pengalaman, gagasan – gagasan baru, lebih cenderung menghindari sikap defensif serta lebih cermat dalam memandang dan menilai diri kita sendiri juga orang lain. Dimana Konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri meliputi
1. Fisik : persepsi penilaian terhadap tubuh, pakaian, benda miliknya. 2. Psikis : persepsi mental dan emosional 3. Sosial : Bagaimana peranan sosial dalam masyarakat. 4. Moral dan Spiritual : Nilai dan prinsip yang memberi arti dan arah. (Grinder, 1978)
Hubungan antara konsep diri dan membuka diri dapat dijelaskan dalam Johari Window.
Pengertian
Johari Window merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Johari Window dikembangkan oleh American Psikolog,Joseph Luft dan Harry Ingham pada tahun 1955 dengan meneliti dinamika kelompok. Nama Johari Window diambil dari penggabungan nama depan mereka, “Joe dan Harry” . Johari Window menjadi model yang banyak digunakan untuk memahami dan sebagai pelatihan kesadaran diri, pengembangan pribadi, meningkatkan komunikasi, hubungan interpersonal, dan dinamika kelompok.
Konsep Johari Window membantu kita mengerti seberapa baik kita mengenal baik diri kita dan seberapa besar kita membiarkan orang lain mengenal diri kita. Konsep ini terdiri dari 4 wilayah yaitu: a. Open area Yaitu wilayah tentang diri kita yang kita dan orang lain ketahui seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, dll. Ketika kita memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita, semakin banyak informasi yang kita berikan semakin besar open area sehingga mengurangi hidden area dan menguntungkan hubungan interpersonal kita. b. Blind area Yaitu wilayah yang orang lain sadari dan ketahui tetapi diri kita sendiri tidak menyadari wilayah ini, berupa perilaku yang bahkan berusaha kita sangkal. Jika blind area lebih besar dari wilayah lain maka akan terjadi kesulitan komunikasi. Bind area sulit dihapus tetapi bisa dikurangi dengan cara bercermin pada nilai-nilai norma dan hukum yang diikuti orang lain. c. Hidden area Yaitu Wilayah yang kita ketahui tanpa diketahui orang lain, hidden area terbagi menjadi 2 konsep : - Over Disclose : Sikap terlalu banyak mengungkap sesuatu. Sehingga hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga diutarakan - Under Disclose :
Sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dikemukakan. d. Unknown Area yaitu wilayah yang kita dan orang lain tidak ketahui, bagian dari diri manusia yang tidak diketahui baik oleh dirinya maupun oleh orang lain. Ini adalah informasi yang tenggelam di alam bawah sadar atau sesuatu yang lupa dari perhatian. Manusia memperoleh gambaran mengenai daerah gelap ini dari sejumlah sumber. Adakalanya daerah ini terungkap melalui perubahan temporer akibat minum obat, melalui kondisi eksperimen khusus seperti hipnotis atau deprivasi sensori, atau melalui berbagai tes proyektif atau mimpi. Eksplorasi daerah ini melalui interaksi yang terbuka, jujur dan empati dengan rasa percaya dengan orang lain, orangtua, sahabat, konselor, anak-anak, kekasih merupakan cara efektif untuk mendapatkan gambaran.
Kesimpulan
Pada akhirnya kami menyimpulkan bahwa pentingnya kita mengenali kekuatan dan kelemahan diri yang pada akhirnya akan diterima sebagai kenyataan (self acceptance) dan kemudian mengembangkan potensi yang dimiliki (self actualization). Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup. Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa?jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Yang memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan apa yang kita punya adalah diri kita sendiri, maka dari itu kenalilah diri kita dengan baik, kembangkan potensi-potensi yang ada agar tercapai tujuan hidup.

No comments:

Post a Comment